Kisah ini tentang Jim, yang sejak kecil amat percaya bahwa setiap kehidupan ditakdirkan memiliki satu cinta sejati. Itu berarti sebenarnya hampir dari seluruh kita memiliki cerita yang sama. Hanya saja, kisah ini menjadi berbeda dengan kepunyaan kita ketika Jim tak kunjung menyadari bahwa cinta adalah kata kerja, dan sebagai kata kerja jelas ia membutuhkan tindakan-tindakan, bukan sekedar perasaan-perasaan.
Menceritakan sosok lelaki yaitu Jim yang dalam hidupnya pernah mengenal dan merasakan jatuh cinta pada seorang wanita bangsawan negeri seberang yang bernama Nayla. Hatinya tertambat pada sosok wanita ayu nan rupawan. Pertemuan diawali dengan permainan biola Jim, yang membuat semua orang mengagumi kemampuan Jim bermain biola, termasuk Nayla. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, gayungpun bersambut, Nayla juga merasakan cinta itu. Namun Jim yang hanya pemuda yatim piatu, miskin papa, dibesarkan oleh kasih sayang para dermawan, tak berpendidikan, dan terlalu lemah untuk berani mengambil keputusan dalam hidup.
Tibalah saatnya Nayla harus menerima kenyataan, bahwa keluarganya menjodohkannya dengan seorang pemuda dari kaumnya. Itu permintaan terakhir mendiang ibunya. Pernikahan akan segera dilangsungkan. Nayla tidak berani menentang keputusan keluarga mereka. Hidup mereka sudah digariskan berdasarkan kesepakatan keluarga. Dan apalah artinya seorang Jim. Ia hanyalah pemain musik yang berperasaan lembut, tidak memiliki kekuatan apapun untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Jim terlalu takut untuk meghadapi kemungkinan hari-hari depannya. Terlalu gentar untuk mengambil tindakan. Tersuruk-suruk menggerakkan kaki. Berkutat dengan asa tanpa upaya.
Nayla lelah dan sesak menunggu keberanian Jim, sementara pernikahan itu diabang pintu. Berkali-kali ia mendesak, hanya jawab pengecut yang ia terima. Nayla akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum sebotol racun.
Dari sinilah cerita hidup Jim dimulai. Akhirnya iapun patah hati, karena gadis yang teramat sangat dicintai telah meninggalkan dirinya untuk selamanya. Hari-hari dijalani dengan kemurungan. Ingin rasanya ia juga mengakhiri hidup seperti Naylanya. Tapi lagi-lagi Jim tidak punya cukup nyali untuk melakukan itu semua. Hingga dengan secara tiba-tiba datanglah dalam hidupnya seorang pria asing, dialah Sang Penandai. Dan pria asing itu mengucapkan kalimat aneh "Pecinta sejati tidak akan menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."
Pria itu mengulang kalimatnya berkali-kali, ia menginginkan Jim mempercayai satu kalimat itu saja. Dan sisanya, serahkanlah kepada waktu. Biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya.
Akhirnya Jim memulai hidupnya dengan menjadi prajurit di sebuah armada kapal besar yang melakukan perjalanan raksasa menuju Tanah Harapan. Kapal itulah yang disebut Pedang Langit.
Kesedihan demi kesedihan akibat kehilangan kekasih hati terus menyelimuti hatinya. Hatinya tertutup untuk semua perempuan, Pun begitu ketika harus bertemu dengan gadis ayu yang ia jumpai di tengah perjalannya, tidak juga bisa mengubah kesedihannya menjadi kebahagiaan. Ingatannya hanya dipenuhi oleh perasaan bersalah pada Nayla, hingga ia tidak mampu bangkit dari keterpurukan akibat cinta. Gadis itu rela mati demi cinta mereka, tapi Jim selalu ragu untuk melakukan hal yang sama dengan Nayla. Setiap keinginan itu datang menghampiri, pria asing itu selalu datang dengan tiba-tiba.
Selalu dengan kalimatnya:
"Pecinta sejati tidak akan menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya."
Percayalah pada kalimat bijak itu.
Hanya itu yang perlu dilakukan.
Sisanya, biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya.
maka, kau akan mendapatkan hadiah terindah atas cinta sejatimu.
Percayalah.
Bagi yang penasaran dan ingin tahu dari akhir cerita buku ini, silahkan ditemukan jawabannya dengan membaca lebih lengkap isi dari buku ini.
Salam literasi, terus semangat membaca dan menulis.
Harga Sebuah Percaya, karya Tere Liye
Penerbit Mahaka Publishing, Cetakan ke-3 Maret 2018
298 halaman