by: Lilis Indrawati
Semburat jingga perlahan namun pasti
Meninggalkan peraduan yang bisu
Sejenak hatikupun terbuai
Oleh suasana pagi yang syahdu
Ku duduk di kursi tanpa sandaran
Menikmati udara yang bebas polusi
Terlintas dalam anganku yang gamang
akan hadirnya dirimu di sisiku
Kuberanikan hatiku memintamu wahai suamiku
Untuk membawakan dirinya ke dekatku
Sesaat kupasang indera pendengaranku
Jikalau engaku datang dengan motor bututmu
Hingga ada sesuatu di sudut bibirku
Kurasakan dan kuraba ternyata iler
Iler yang sedari tadi membayangkan harumnya aroma kopi
Yang akan datang bersama dirimu
Namun hingga iler meninggalkan markasnya
Sang kopi beserta pujaan hati
Tak juga menunjukkan jejak hadirnya
Namun ku tetap menunggu dan menunggu lagi
Hingga sang kopi beserta tuannya datang menghapus ilerku
#ODOPbatch7
#Day25
Kamis, 03 Oktober 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DILARANG MISKIN
Karya Masrur Makmur, M.Pd. I & Moeslih Rosyid, SH, MM Tebal Buku 230 halaman Miskin kok di larang? Sebagaimana sebuah produk, apa...
-
Karya Masrur Makmur, M.Pd. I & Moeslih Rosyid, SH, MM Tebal Buku 230 halaman Miskin kok di larang? Sebagaimana sebuah produk, apa...
-
IRT ZAMAN NOW….......... by Lilis Indrawati Siapapun pasti tahu dan mengenal siapa itu” ibu rumah tangga”. Siapa yang tidak kena...
-
by: Lilis Indrawati Aku kirim bahasa malam lewat goresan pena Guratan senyummu melambai tepat ke arahku Hatiku meringis ditemani kepe...
Jyaaahhh...ngidam kopi aja bisa jadi puisi yaaa
BalasHapus😄😄
Masih belajar ini mbak, krisan nya ya
HapusMaestroooo
BalasHapusMalu saya sama mbak Jihan ini, eh minder juga
Hapuskeren, Bu😍
BalasHapusIler pun bisa jadi puisi. Kerenlah. 😆
BalasHapusAih idenya ada aja
BalasHapusBisa aja nih mb dapet ide
BalasHapusDapet inspirasi dari Iker ya mbak..keren nih
BalasHapus