by : Lilis Indrawati
Menunggu tanpa kepastian
Akan hadirnya dirimu
Dalam mimpiku, anganku dan hidupku
Dan ku terus menunggu
Hingga malampun menghampiri
Tak jua kau tampakkan batang hidungmu
Namun ku tetap sabar
Menantimu di ujung malam
Kau yang di tunggu penghuni bumi
Lama nian kau datang
Kering kerontang kehidupan
Berharap engkau turun segera
Rintik jatuh pelan nan pasti
Membelah tanah yang sudah terpecah
Segarnya tanah beraroma
Menusuk hidung pemilik malam
Hujan yang di tungu
Hujan yang di rindukan
Akhirnya datang juga membasuh seisi alam
Ada syukur yang tak terucap, semoga berkah
#ODOPbatch7
#Day33
#Tantangan Pekan Kelima
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DILARANG MISKIN
Karya Masrur Makmur, M.Pd. I & Moeslih Rosyid, SH, MM Tebal Buku 230 halaman Miskin kok di larang? Sebagaimana sebuah produk, apa...
-
Karya Masrur Makmur, M.Pd. I & Moeslih Rosyid, SH, MM Tebal Buku 230 halaman Miskin kok di larang? Sebagaimana sebuah produk, apa...
-
by: Lilis Indrawati Adalah Basim yang dibesarkan oleh seorang ibu karena sang bapak sudah lebih dahulu menghadap Illahi. Liku-liku ...
-
Oleh : Lilis Indrawati Tugas Fiksi kali ini adalah membaca salah satu cernak dari berbagai media dan membuat ulasannya. Pilihan saya jat...
Alhamdulillah akhirnya hujan membasah bumi😊
BalasHapusDi Bali belum turun hujan mbak Ri, debu berafiliasi kemana-mana tanpa reuni, bagaimana di Taiwan sudahkah hujan membasahi bumu Taiwan?
BalasHapus